Blog Gimana ya rasanya mendapatkan kesempatan masuk kelas di Luar Negeri?

Gimana ya rasanya mendapatkan kesempatan masuk kelas di Luar Negeri?

Hai Primers, ketemu lagi sama kak Pudak.

Ini kali pertama kakak ke Luar Negeri, tapi perjalanan ini special banget karena disana sambil menjalankan perkuliahan.

Semenjak ada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (PERMENDIKBUD) yang mengeluarkan Kebijakan "Kampus Merdeka" dengan mengganti sistem SKS menjadi program kerja diluar kelas, 2 semester untuk kerja lapangan dan 1 semester untuk program studi lain. Jadi semakin semangat deh ngambil program kelas diluar negerinya.

Kakak mau sharing nih pengalaman kakak selama menjalankan perkuliahan diluar negeri.

Semuanya seru banget kalau disimak, jadi baca sampai bawah ya.

Laki laki sedang melakukan tes suhu tubuh pada wanita berjilbab sebagai langkah pencegahan penularan covid-19

Eitsss.. karena banyaknya issue terkait terjangkit nya virus CORONA jadi, setiap mau masuk ke kampus di Luar Negeri kita akan di check body temperature dulu, untuk memastikan semua tidak terinfeksi oleh virus.

Suasana  ruangan Business Incubator di NUS Enterprise

Kelas pertama di National University of Singapore

Kakak-kakak penggiat Start-Up seneng banget nih, karena kita belajar pas banget di dalam Business Incubator nya NUS Enterprise.

Kita bisa ngerasain banget mentoring di NUS itu seperti apa, yang pastinya sama persis dengan apa yang sudah kakak pernah dapetin di STMIK Primakara.

Mulai dari cara perekrutan tenant yang melalui seleksi pitching, mentoring setelah menjadi start-up binaan dengan para entrepreneur handal di bidangnya, dan juga difasilitasi untuk maju menemui venture capital.

Seorang wanita menampilkan presentasi di depan hadirin

Suasana salah sudut kampus National University of Singapore

Kedua Mempersiapkan Karir di Curtin Singapore

Mahasiswi yang mengejar cita-cita menemui karir cemerlang kian senang, disini kita belajar bagaimana mahasiswa di Curtin University membuat diri mereka lebih siap bertemu dunia Industri.

Yang kakak suka, proses magang mereka disana langsung dilepaskan ke Perusahaan Multi Nasional mereka lho, jadi semakin dekat dengan karir yang diimpikan.

Bisa mengeksplorasi bakat yang sudah dimiliki, akan menjadi sebuah improvements untuk masing masing pribadi.

Career Development Frameworks mereka :

Knowing Yourself - Exploring Options - Creating Plans - Taking Actions.

Jadi pastikan itu dilakukan sebelum mulai meniti karir, dan semua itu bisa dibantu Primakara Career Centre ketika kuliah.

Para dosen dan founder STMIK Primakara tengah menyimak penjelasan dari seorang wanita

Wanita yang merupakan salah satu ahli dari Curtin University tengah pitching

Menjalankan Lomba Business Plan & Kelas Membangun Start-Up dari ahlinya di Malaysian Global Innovation & Creativity Centre (MaGIC)

Suasana kelas di Malaysian Global Innovation & Creativity Centre (MaGIC)

Jadi semua peserta kelas Internasional dibagi menjadi 3 orang per kelompok, kami diberikan challenge untuk membuat proposal start-up yang sudah kami miliki dalam 2 versi, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, Business model canvas dan juga video tentang produk yang kita miliki.

Ini video kakak

Pemenangnya diumumkan pada hari itu juga dannnnn......

Horayyy! Puji Tuhan kelompok kakak dapat Bronze Medal, lumayan banget sertifikatnya Lomba Internasional ( Poin TAK* nya banyak hehehe )

*poin TAK = syarat kelulusan selain IPK di STMIK Primakara, minimal 120 poin.

Pemenang lomba Business Plan di Malaysian Global Innovation & Creativity Centre (MaGIC)

Seorang pria tengah memberi penjelasan kepada Founder serta mahasiswa STMIK Primakara

Dari kelas ini juga kakak percaya bahwa membuat bisnis itu sangat memerlukan empati, memerlukan interaksi kepada customer bukan hanya seperti robot.

Kita juga harus terus melakukan improvisasi atas saran atau keluhan yang diberikan oleh customer, jangan hanya ditanya aja sarannya tapi sama sekali tidak melakukan perubahan.

Terakhir! Serunya Belajar Submarine Cable, Lego Robotic, Crimping Challenge, Visit Lab Cisco, dan Explore Perpustakaan di Universiti Malaysia Pahang (UMP)

Duhhhh seneng banget deh berlama-lama di University Malaysia Pahang ini karena bisa eksplore semua tentang Engineering dan Technology.

Alat simulasinya lengkap dan juga kakak tingkatnya ramah banget buat ngebantu kita memahami mata kuliah yang diajarkan.

Jadi kalau mau masuk ke kelas itu harus fasih Bahasa Inggris dan Bahasa Melayu ya, karena tipikal kelas disana dosen nya Bilingual.

Mahasiswa Primakara tengah menyimak kelas Submarine Cable, Lego Robotic, Crimping Challenge,

Belajar memrogram emosi ( gerakan ) dari Lego Robot. Seru banget, ternyata di UMP mereka juga mengajarkan robotic untuk anak anak sekolah dasar.

Submarine Cable Map

Gambaran tentang Submarine Cable Map .

Para dosen dan founder STMIK Primakara yeang tengah berfoto bersama dengan pihak University Malaysia Pahang

Nah, kalau yang ini foto tentang mewujudkan “Kampus Merdeka“ seperti yang dikatakan Pak Nadiem Makarim tadi guys, jadi STMIK Primakara resmi membuat MoU dengan University Malaysia Pahang!

Dan kabar baiknya buat mahasiswa STMIK Primakara, selama 1-3 semester boleh ambil perkuliahan di UMP Gratis! Hanya membayar biaya dorm sebesar RM1.500 per semester, duhhh bahagia banget deh rasanya bisa kuliah disana lagi.

Kalau seperti ini sih kak Pudak gak bakal sia-siain kesempatan ini, karena biaya perkuliahan mereka saja sebesar RM14.475 per semester which is itu nyaris 48jt belum termasuk yang lain-lain.

So far, yang kakak suka itu biaya hidupnya yang murah, makanan masih masuk lah dompet kakak di Bali, bahkan beberapa hal bisa lebih murah, dan kalau bisa ngehemat biaya sebanyak itu buat kuliah di Luar Negeri kenapa ga ambil di Primakara aja?

Buat kalian yang pengen ikut ambil perkuliahan di UMP juga, yuk jangan lupa daftar kuliah dulu di STMIK Primakara ya.