• Bisnis.com

182 Mahasiswa Primakara Bantu Digitalisasi UMKM Denpasar



Mahasiswa STMIK Primakara Bali akan melakukan pendampingan digitalisasi selama tiga bulan kepada 61 UMKM di Kota Denpasar sehingga kedepannya mampu lebih berinovasi dan memperluas pasar. Ketua STMIK Primakara Bali Made Artana mengatakan di tengah pandemi serta sulitnya pemasaran yang dihadapi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), terdapat strategi pemasaran dengan digitalisasi yang bisa diterapkan. Sehingga melalui mata kuliah company visit, mahasiswa diharapkan mampu membantu UMKM untuk dapat memanfaatkan teknologi yang ada. "Pandemi ini menyebabkan aktivitas online atau daring dari konsumen semakin tinggi, jadi prinsipnya di mana orang ramai, di sana kita berjualan," tuturnya di STMIK Primakara Bali, Selasa (23/3/2021).


Ketua STMIK Primakara Bali Made Artana mengatakan di tengah pandemi serta sulitnya pemasaran yang dihadapi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), terdapat strategi pemasaran dengan digitalisasi yang bisa diterapkan. Sehingga melalui mata kuliah company visit, mahasiswa diharapkan mampu membantu UMKM untuk dapat memanfaatkan teknologi yang ada.


"Pandemi ini menyebabkan aktivitas online atau daring dari konsumen semakin tinggi, jadi prinsipnya di mana orang ramai, di sana kita berjualan," tuturnya di STMIK Primakara Bali, Selasa (23/3/2021).


Menurutnya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam proses menuju digitalisasi yakni pertama dengan memasarkan produk di dunia digital seperti marketplace, atau media sosial. Kedua, menciptakan area marketing melalui layanan pesan digital.


Ketiga, menggunakan alat pembayaran digital terutama bagi UMKM yang bergerak dalam bidang kuliner. Kemudian mencari supplier secara daring, dan terakhir melakukan proses pembukuan keuangan secara digital.


"Pembukuan keuangan secara digital merupakan proses digitalisasi yang patut untuk diterapkan jika UMKM telah siap untuk melakukan itu, bisa dimulai dengan software yang paling sederhana," kata dia.


Lebih lanjut, sambungnya, dari 183 orang mahasiswa semester V dalam program ini akan dibagi ke dalam 61 kelompok. Selanjutnya, setelah itu akan dibuatkan evaluasi internal. Jika program ini sukses membantu pelaku usaha dari berbagai indikator yang telah ditetapkan, maka polanya dapat dilaporkan kepada pemerintah setempat dan diadopsi oleh perguruan tinggi lainnya.


Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena menjelaskan ada 32.000 UMKM di Ibu Kota Pulau Dewata ini, dan sekitar 25 persennya belum melakukan digitalisasi. Melalui pendampingan ini, diharapkan ketertinggalan tersebut dapat dikejar oleh pelaku usaha.


"Adapun UMKM yang akan didampingi oleh para mahasiswa lebih dominan bergerak dalam bidang kuliner. Karena saat pandemi, mereka tumbuh seperti jamur di musim hujan," jelasnya


Terakhir, dia turut menyampaikan penghargaan kepada mahasiswa dan stakeholder lainnya di STMIK Primakara karena program ini dianggap sebagai sebuah bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Meski secara umum UMKM di Denpasar sudah mengerti mengenai sosial media saja, tapi secara digital untuk masuk dalam e-commerce, mengemas barang, dan membuat laporan secara digital belum terlalu dikuasai

13 views