• Metro Bali

Wisuda Daring Technopreneurship Campus STMIK Primakara

Lulusannya Diingatkan Terus Ikuti Perkembangan Teknologi


Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara melakukan wisuda terhadap lulusannya secara daring/online, Sabtu (3/10/2020).


Acara Wisuda IV STMIK Primakara tersebut diikuti 67 orang lulusan, terdiri dari lulusan Program Studi Sistem Informasi 25 orang, Program Studi Teknik Informatika 29 orang dan Program Studi Sistem Informasi Akuntansi 13 orang.


Dalam kesempatan itu, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII Bali dan Nusa Tenggara, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa mengatakan, wisuda sebagai tanda atau tonggak awal dari setiap wisudawan untuk memulai menjalani suatu proses kehidupan dengan tantangan yang lebih dinamis dan lebih kompleks.


Baginya, tatkala menjadi mahasiswa di lembaga pendidikan tinggi, tentu ruang lingkup tantangan yang dihadapi masih relatif terbatas Jika dibandingkan dengan tantangan di lingkungan ranah kehidupan bermasyarakat.


“Oleh karena itu, setelah diwisuda jangan berhenti belajar dan menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang begitu sangat cepat dan pesat,” pinta Prof. Dasi Astawa.



Menurutnya, di era kekinian, setiap insan manusia, termasuk wisudawan dituntut kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklas agar tetap eksis, mampu bersaing dan menjadi pemenang.


“Dunia terus bergerak dan berubah begitu cepat. Siapa saja yang tidak mampu mengadopsi dan beradaptasi dengan perubahan, maka akan tergilas atau paling tidak ditinggal oleh perubahan itu,” tegasnya.


Oleh karena itu, bagi Prof Dasi Astawa, setiap insan, termasuk para wisudawan wajib untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya, terutama kesiapan mental dan berbagi kecakapan sehingga bias tetap eksis dalam menghadapi dan menikmati gelombang persaingan.


“Sebagaimana seorang peselancar yang sangat senang menikmati tantangan dan ancaman dari ganasnya gelombang laut yang semakin besar,” kata dia.


Penguasaan terhadap berbagai multi kecakapan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan global saat ini menjadi kewajiban bahkan kemutlakan. Multi kecakapan itu seperti human skill, desain skill, conceptual skill, manajemen skill, technical skill, sof skill dan spiritual skill.


Penguasaan terhadap multi kecakapan seperti itu, kata dia, sebetulnya belum menjamin suatu keberhasilan, tetapi paling tidak dengan penguasaan berbagai kecakapan bisa turut serta menjadi bagian dalam dinamika pembangunan, baik ditingkat lokal, nasional maupun international.


Sebelumnya Ketua STMIK Primakara, I Made Artana mengatakan, dari 67 orang lulusan yang diwisuda tersebut, 64 persen di antaranya sudah bekerja serta telah memiliki startup dan wirausaha milik sendiri sebanyak 19 persen.


“Saya ucapkan terima kasih untuk para hadirin yang turut serta mendampingi para wisudawan/wisudawati dan bergabung dalam penyelenggaraan acara Wisuda IV STMIK Primakara,” kata Artana.


Artana menuturkan, dengan mengusung tagline Techopreneurship Campus, selama periode 2015 hingga 2020, STMIK Primakara juga sudah melahirkan sebanyak 32 tenant bisnis.


Dari jumlah tersebut, 16 tenant sudah berhasil mandiri. “Hari ini kembali kami mewisuda dua tenant inkubator bisnis yaitu Bali Organic Subak dan Puku Camper,” jelasnya.


Selain itu, pada 2019, STMIK Primakara mendapat hadiah istimewa dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan predikat akreditasi institusi dengan nilai B.


Bagi Artana predikat akreditasi institusi membuat STMIK Primakara semakin luar biasa karena nilai B diperoleh dalam usia baru lima tahun. “Tentunya hal ini tidak terlepas dari usaha kita bersama untuk menjadi lebih baik dan luar biasa,” tegas Artana. (dan)


12 views